Hidup adalah sebuah kemestian yang harus kita jalankan. Ketika kita hadir didunia ini maka konsekuensinya kita harus menjalaninya dengan banyak pilihan. Kata orang bahwa bertambahnya umur itu suatu kepastian, tetapi dewasa itu pilihan.
Sebenarnya ketika kita bertambah usia itu ada hikmah dibaliknya bahwa jatah umur yang diberikan dari Allah semakin berkurang. Maka pertanyaannya? Sudah menghasilkan apa selama engkau hidup? Prestasi apa? kontribusi apa dalam dakwah? sebesar apa ibadah kepada Allah? itu semua adalah pertanyan-pertanyaan yang harus kita jawab. Kenapa?
Karena Allah menciptakan kita hidup didunia ini bukan karena tidak ada alasan, akan tetapi Allah menciptakan kita untuk dua hal :
pertama, Beribadah kepada Allah
Kedua, Menjadi seorang pemimpin di dunia ini.
Sahabatku, ketika kita merenungkan tujuan hidup kita tadi maka, itu semua butuh sebuah modal yang cukup besar. Salah satu modalnya adalah kedewasaan dalam hidup ini.
Kedewasaan itu sebuah pilihan yang harus kita lakukan. Semakin berkurangnya usia kita, bertambah berat amanah dakwah kita, cobaan hidup semakin bertumpuk maka kedewasaan hidup ini harus kita tingkatkan.
Ketika ada bibit-bibit perpecahan dalam dakwah ini maka kita harus bersikap dewasa. memberikan solusi yang terbaik untuk dakwah ini, kalau misalnya tidak mampu maka minimal kita tidak menambah masalah itu dengan menyebarkan bibit permusuhan itu kepada banyak orang.
Ketika beban dakwah semakin berat maka kita harus kuat menjalankannya dengan keikhlasan yang tinggi tanpa ada keluh kesah. karena semua yang kita lakukan adalah proyek dari Allah.
Ketika masalah hidup kita semakin banyak, pekerjaan menumpuk sehingga waktu dakwah semakin berkurang, uang mulai kehabisan padahal kebutuhan hidup semakin besar, urusan kuliah gak kelar-kelar, atau bahkan cobaan lawan jenis yang terus menghantui pikiran kita itu, maka kedewasaan hidup memang harus kita tingkatkan.
Dengan apakah kedewasaan itu kita dapatkan?
Dengan banyak belajar, belajar ilmu lewat media ilmu yang ada atau dengan belajar masalah hidup kita ini. Semakin banyak ilmu yang kita dapatkan dan pengalaman hidup yang kita lakukan akan membentuk kedewasaan hidup kita.
Ternyata Allah sudah memberikan sebuah visi hidup yang jelas, tinggal kita menggambarkan visi itu secara real di hidup kita dan berusaha mencapainya dengan membuat langkah-langkah hidup yang konkret. 1 tahun lagi kita ngapain? 5 tahun lagi kita akan menjadi apa? 10 tahun lagi kita akan mendapatkan apa? 20 tahun lagi kita akan menghasilkan apa? dan waktu meninggal kita akan mati dalam kondisi apa? itu semua harus kita gambarkan dalam hidup kita, sehingga langkah-langkah konkrit akan kita jalankan dengan jelas. Hidup jangan seperti debu yang terus berhembus kemana arah angin itu bertiup. Seorang Muslim harus punya arah hidup yang jelas, itu semua tidak akan kita lakukan kalau kita tidak mempunyai kedewasan hidup ini. Dan pasti ketika kita punya visi hidup yang besar itu maka kita tidak pernah berhenti berjuang. Kenapa? karena semua itu tidak mungkin akan kita capai tanpa sebuah usaha yang keras. Saya teringat Murobbi saya dulu, ketika beliau setiap waktu terus berdakwah, belajar, membaca buku, dll. Saya tanya” Ust kenapa terus berusaha dalam hidup ini, ust kan masih muda, kan banyak kesempatan untuk santai dan berfoya-foya? kapan istirahatnya? Jawabannya”Justru ketika kita masih muda ini, dan Allah masih memberikan kesempatan kita untuk hidup ini, kita gunakan terus untuk berjuang dalam hidup ini. Kita akan istirahat ketika Allah mengistirahatkan kita dengan kematiannya. Dan kelak kita akan melihat hasil dari perjuangan kita itu di kehidupan yang akan datang dengan sebuah kepuasan dan kegembiraan.
Semoga Umur yang semakin berkurang ini, dan Beban hidup yang semakin bertambah ini membuat kita semakin dekat kepada Allah SWT. Keberkahan umur, karunia kesehatan, peluang untuk menjadi orang sukses bahkan kesempatan menuju syahidnya akan kita dapatkan. Amin.
Muhasabah Hamba Allah dihari berkuranya umur,
Mampang, 15 Februari 2009